Permainan Yang Sangat Menarik

  • Share

– Dua pria, setiap berumur 44 tahun dan 50 tahun darurat harus berurusan dengan polisi. Keduanya yang berinisial AB dan LE nekat menjadi bandar perjudian jenis togel hari ini , dengan teknik daring di distrik Kecamatan Tanjung Palas.

“Setelah terdapat informasi, anda langsung mengerjakan penyelidikan dan profiling tersangka pelaku. Hasilnya, anda menyelamatkan dua orang (AB dan LE) yang memang telah lama beroperasi sebagai bandar (togel),” kata Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Belnas Pali Padang melewati Kanit Resmob Ipda Faisal Anang, Senin (28/9/2020).

Faisal mengungkapkan, kedua pelaku ini diselamatkan di lokasi yang berbeda. Bagi pelaku kesatu berinisial AB diselamatkan di rumahnya sendiri yang sedang di Jalan Depan Gunung Putih, Tanjung Palas. Saat dilaksanakan penggeledahan di lokasi tinggal pelaku, polisi mengejar barang bukti yang terdapat kaitannya dengan kegiatan judi online jenis togel.

“Saat anda interogasi, dia (AB) mengakui seluruh perbuatannya. Bahkan ia telah (sebagai bandar) jalan selama enam bulan,” ungkapnya.

Sementara guna pelaku kedua berinisial LE diselamatkan di Jalan Agropolitan, Tanjung Palas. Penangkapan LE juga, ungkap Faisal menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat. Saat kediamannya didatangi, yang terkaitrupanya sedang tidak berada dirumahnya.

Berdasarkan pernyataan sang istri ketika itu, LE sedang mengekor perlombaan burung diwilayah Tanjung Selor. Namun kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yang erat kaitannya dengan kegiatan judi online. Karena tak terdapat ditempat, jajaran Resmob Satreskrim Polres Bulungan akhirnya mengerjakan koordinasi dengan Polsek Tanjung Palas untuk mengerjakan back up.

“Tapi setelah saya dan anda bisa informasi dia (LE) sudah kembali (dari kompetisi burung), langsung anda datangi dan amankan. Dia pun mengakui seluruh (jadi bandar togel). Berdasarkan keterangan dari pengakuannya, telah ada sekitar setahun dia kerja laksana ini (judi online),” ungkap Faisal.

Lebih jauh diungkap Faisal, modus operandi kegiatan judi online yang dilaksanakan kedua pelaku ini nyaris sama. Di mana dua-duanya melakukan komunikasi dengan korbannya via sms dan via whatsapp. Kedua pelaku ini pun mengaku, andai mendapatkan deviden sekitar Rp500 ribu dari sampai puluhan juta rupiah bila. “Untungnya dalam sehari tersebut sekitar Rp500 ribu. Jadi bila kita hitung-hitung hingga sebulan, itu nyaris puluhan juta sekali tembus,” ungkap Faisal.

Sementara tersebut saat diwawancara pelaku berinisial LE, menyatakan nekat menjadi bandar togel lantaran terdesak keperluan ekonomi. Ia menyatakan menjadi korban dari pemutusan hubungan kerja (PHK) dari lokasinya bekerja sebagai buruh.

“Saya kan seringkali kerja bangunan pak. Tapi ini kan macet semua, makanya saya mesti terdapat penghasilan. Saya pun sudah di pecat dari lokasi kerja saya,” ungkapnya.

Senada pun yang dikatakan pelaku AB, nekat menjadi bandar judi togel lantaran tak mempunyai pekerjaan sesudah di PHK dari lokasinya bekerja. Ia mengakui, sudah melakukan kegiatan haramnya tersebut selama pandemi Covid-19. “Saya pun di pecat pak. Makanya saya begini (jadi bandar togel) juga,” tutupnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku tersebut disangkakan dengan pasal 303 mengenai perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. ()

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *