Sejarah Berdirinya Jasa Pengiriman Pertama Indonesia

Apakah kita sering memakai jasa pengiriman? Tahukah kita bagaimana jasa ekspedisi di Indonesia ini berdiri? Agar semakin tahu tentang sejarah berdirinya jasa ekspedisi kesatu Indonesia, maka usahakan kita simak pembahasan singkat inilah ini.

 

Sejarah Berdirinya Jasa Pengiriman di Nusantara

Online Logistics Marketplace~Sejarah berdirinya jasa ekspedisi yang kesatu Indonesia dibuka pada masa penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan VOC, yaitu sekitar tahun 1602, seluruh orang yang hendak berkirim surat mau enggan harus menitipkan nya ke Stadsherberg atau gedung penginapan kota. Cara itu sebenarnya paling tidak efektif, dan seorang Gubernur Jenderal mempunyai nama Gustaaf Willem Baron van Imhoff terusik untuk menciptakan jasa ekspedisi yang jauh lebih efisien, aman serta terjamin. Sebagai informasi, Baron van Imhoff yang bermunculan di Frisia Timur, 8 Agustus 1705 adalahGubernur Jenderal Hindia Belanda ke-27 yang memerintah selama tahun 1743 hingga 1750.

 

Tahun 1746

Bermula dari usulan sang Gubernur Jenderal tersebut, kesudahannya pada tahun 1746, tepatnya pada tanggal 26 Agustus di Batavia di bina kantor pos kesatu di Indonesia. Dengan berdirinya kantor pos tersebut, maka ekspedisi barang menjadi lebih efisien, di mana masyarakat jadi semakin gampang dan merasa aman saat mengirimkan sekian banyak dokumen urgen tanpa mesti was-was dan ketakutan.

 

Tahun 1750

Berdirinya jasa ekspedisi di Indonesia tersebut kemudian berlanjut di mana pada selama tahun 1750 atau 4 tahun semenjak berdirinya kantor pos di Batavia, dibangun pun cabang kantor pos di Semarang. Pembangunan kantor pos cabang di Semarang itu semakin menyerahkan angin segar untuk perkembangan jasa ekspedisi di Indonesia. Pembangunan cabang kantor pos di Semarang itu terbukti memberikan akibat positif dengan menolong percepatan pengiriman. Tentu saja urusan itu disambut dengan paling baik oleh masyarakat. Rute ekspedisi yang dilewati Pos Indonesia kala itu ialah Pekalongan, Cirebon dan Karawang.

 

Tahun 1808

Dalam sejarah jasa ekspedisi di Indonesia itu, ada nama Daendels dalam alur ceritanya. Di mana pada tahun 1808, kepemimpinan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff tergantikan oleh Herman Willem Daendels. Pasti kita tahu siapa orang ini bukan? Ya, dialah yang mempopulerkan sistem kerja rodi. Masyarakat Indonesia pada masa kepemimpinan Daendels mesti menikmati pahitnya kerja rodi. Namun di balik kejamnya siksaan kerja rodi yang dilaksanakan Daendels, sistem dan pelayanan pengiriman pun turut meningkat baik. Karena tersokong dengan infrastruktur yang dilaksanakan Daendels tersebut.

 

Tahun 1875

Seperti dengan adanya pembangunan jalan dari Jawa Timur sampai Jawa Barat yang semakin mempermudah proses ekspedisi barang dari tiap daerah. Berlanjut pada tahun 1875, Pos Indonesia dileburkan dengan dinas telegraf dan berganti nama menjadi Post En Telegraafdienst. Dampak dari peleburan dan peralihan nama itu turut berimbas pada eksodus kantornya, di mana awalnya kantor pos pusat sedang di Gambir, Jakarta, beralih ke kota Bandung. Sejak saat tersebut Pos Indonesia berkembang semakin pesat sampai pada kesudahannya berubah kedudukan menjadi Perusahaan Negara. Saat tersebut Pos Indonesia menjadi PN Postel, yaitu Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi.

 

Tahun 1965

Kemudian di tahun 1965 PN Postel merasakan perubahan nama kembali, yaitu menjadi PN Pos dan Giro yang mengacu dengan semakin maju dan berkembangnya sektor komunikasi dan pos.

 

Tahun 1978

Pada tahun 1978 Pos Indonesia pulang berganti nama dari PN Pos dan Giro menjadi Perum Pos dan Giro dengan misi membetulkan hubungan serta kinerja pengiriman domestik juga luar negeri.

 

Tahun 1995

Hingga pada kesudahannya di tahun 1995 Pos indonesia berganti nama menjadi PT Pos Indonesia (persero) sampai ketika ini. Sekarang Pos Indonesia sudah mempunyai cabang di semua wilayah NKRI, dimana sedikitnya 24.000 titik cakupan pengiriman. Pelayanan yang diserahkan juga semakin baik, entah tersebut pelayanan pra pengiriman, proses pengiriman sampai hingga pasca pengiriman.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *