TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA TERHADAP PENGIRIMAN KARGO

Online Logistics Marketplace ~Pada era canggih yang serba cepat ini pengangkutan melewati udara menjadi bidang pekerjaan yang sangat urgen dan strategis lagipula secara geografi Indonesia adalahnegara besar dan luas dengan beribu ribu pulau yang menghampar di semua nusantara dan antara pulau yang satu dengan pulau yang beda dihubungkan oleh perairan dan lautan. Maka saat pengangkutan melewati darat dan laut tidak lagi dapat memenuhi tuntutan keperluan masyarakat yang serba hendak cepat dan tepat pengangkutan melewati udara menjadi pilihan utama untuk seseorang untuk mengisi kebutuhannya bakal transportasi udara yang singkat cepat dan nyaman.

 

Pengangkutan udara atau angkutan udara istilah dalam UU RI No.1 tahun 2009 ialah setiap pekerjaan dengan memakai pesawat udara guna membawa penumpang, kargo dan atau pos guna satu perjalanan atau lebih dari satu Bandar udara ke Bandar udara yang lain. Penelitian ini memfokuskan untuk pengangkutan dari kargo saja. Kargo ialah setiap barang yang dibawa oleh pesawat udara termasuk fauna dan tanaman dari lokasi pemberangkatan ke lokasi tujuan yang sudah ditentukan dalam perjanjian Dalam melaksanakan pekerjaan pengangkutan barang melewati udara sekalipun Perusahaan angkutan udara sebagai.

 

pihak yang mesti melakukan pekerjaan pengangkutan telah cocok standar operasional formalitas (SOP) dan perjanjian pengangkutan yang diciptakan oleh semua pihak tetapi tidak menutup bisa jadi terjadi keadaan-keadaan yang dapat menimbulkan kerugian di pihak pemakai jasa angkutan udara dalam urusan ini Pengirim dan atau penerima barang (konsumen). Jika terjadi urusan yang demikian maka Perusahaan angkutan udara bertanggung jawab menggganti kerugian yang timbul untuk Pengirim barang. Tanggung jawab Perusahaan angkutan ialah kewajiban mengubah kerugian yang diderita oleh pengirim barang.

 

Ganti rugi ialah uang yang dibayarkan atau sebagai pengganti atas sebuah kerugian. Akan namun perusahaan angangkutanudara dapat menghindarkan diri dari tanggung jawab mengubah kerugian andai terjadi hal-hal di luar batas dominasi manusia laksana bencana alam. Penelitian ini adalahpenelitian hukum terapan, data yang dipakai ialah data primer yakni peristiwa pengangkutan yang memunculkan kerugian untuk pengirim kargo dan data skunder yaitu peraturan undang undang, perjanjian pengangkutan , dokumen pengangkutan dan literatur hokum pengankutan.. Hasil yang terkumpul dari hasil riset ini dianalisa secara kualitatif yaitu pemakaian.

 

Data-data yang didapatkan dalam riset tersebut dicerminkan dan diatur secara sistematis dalam wujud uraian-uraian kalimat yang dipungut maknanya sebagai pengakuan atas benang merah dari topik yang dianalisis yaitu tanggung jawab perusahaan angkutan udara terhadap pengirim kargo melewati udara. Tujuannya untuk memahami bagaimana pengamalan tanggung jawab mengubah kerugian untuk pengirim kargo dan bagaimana proses solusi ganti ruginya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *